List Tujuh Suku Kuno Afrika Yang Unik

Benua Afrika yang juga disebut sebagai benua hitam karena penduduknya yang berkulit hitam -meskipun Afrika juga memiliki penduduk atau suku asli yang berkulit putih-, merupakan sebuah wilayah luas yang kaya akan sumber daya alam serta keindahan alamnya baik di darat atau di perairan. Eksotikme Afrika juga dikarenan berbagai peninggalan peradaban kuno. Membicarakan peradaban kuno Afrika tidak hanya selalu berkaitan dengan bangunan dan artefak saja, tetapi juga manusianya. Afrika memiliki banyak suku – suku kuno yang masih eksis hingga masa sekarang. Berikut adalah 7 suku kuno Afrika yang paling eksis hingga sekarang ini dan tradisi uniknya.

Hamer
Di sebelah Barat Ethiopia, lebih tepatnya di wilayah Bena Woreda, Lembah Sungai Omo, tinggal suku Afrika yang bernama Hamer, jumlah mereka sekitar 43.000 jiwa. Mayoritas mereka bekerja di bidang yang berhubungan dengan pertenakan sapi. Dalam kehidupan sehari – hari mereka menggunakan bahasa Hamer Banna. Agama mayoritas suku ini adalah Islam. Meskipun demikian mereka juga percaya akan dunia supranatual yang berkaitan dengan hewan, tumbuhan, dan benda – benda tertentu yang dianggap mengandung kekuatan spiritual. Ada tradisi unik dari suku ini yaitu ketika seorang pemuda akan menjadi sosok pria dewasa, maka ia harus menjalani tradisi kuno, melompati banteng. Setelah itu maka akan ada perayaan yang meriah dengan bir dan tarian tradisona selama beberapa hari. Di Ethiopia suku ini merupakan minoritas dan memiliki kekuasaan politik yang terbatas di pemerintahan, serta mayoritas anggota suku ini masih buta huruf.

Mursi
Selain suku Hamer, Ethiopia juga memiliki suku kuno lainnya yaitu suku Mursi yang tinggal di wilayah Selatan Ethiopia dekat perbatasan Sudan. Hampir seluruh dunia mengetahui kebiasaan unik dan ekstrem suku ini yaitu pemasangan piring di bibir bagian bawah bagi kaum perempuan suku ini. Selain itu gigi bawah perempuan suku ini juga dihilangkan. Sementara bagi kaum pria suku ini terdapat tradisi upacara donga. Dalam upacar ini dua orang pria dengan bertelanjang akan berkelahi satu sama lain dengan tongkat. Si pemenang akan dapat tidur dengan perempuan dari suku ini. Meskipun demikian si pria tidak dilarang untuk menikah dengan perempuan lain dari suku ini.Suku ini percaya bahwa hewan, tumbuhan dan benda-benda memiliki kekuatan gaib. Minum campuran darah dan susu adalah makanan adat bagi mereka dan beberapa suku lainnya dari Afrika di wilayah ini. Suku mursi tidak begitu menyukai makanan daging. Percakapan mereka  dalam bahasa Nilotic.

Ashanti
Ashanti merupakan bangsa pejuang yang juga merupakan suku terbesar  diantara suku-suku Afrika lainnya di Ghana. Ketika masa perang, pemukulan drum yang dijadikan sinyal perang bagi suku ini akan terdengar di seluruh hutan dan semak. Mereka merupakan suku dominan di Afrika Barat dan mereka suku yang berhasil bertahan paling lama melawan penjajahan Inggris.mAdat suku Ashanti adalah berjabat tangan dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan bebas untuk memegang tombak.

Maasai

Kehidupan suku Maasai berpusat pada kawanan ternak mereka. Mereka percaya bahwa Allah berhak akan semua ternak mereka. Sunat menyakitkan harus dilakukan oleh setiap anak laki-laki di suku ini ketika berusia antara 12 - 25 tahun. Setelahnya mereka tinggal di sebuah rumah khusus yang dibangun oleh ibu mereka untuk beberapa saat. Sebuah mitos yang beradar bahwa setiap anak laki –laki yang belum sunat harus membunuh singa. Maasai masih secara nomaden di wilayah Kenya dan Tanzania Utara.

Zulu
Suku Zulu dianggap sebagai bangsa pejuang oleh suku-suku Afrika lainnya dan yang paling kuat suku asli Afrika di Afrika Selatan Mereka berbicara dengan bahasa Zulu. Gadis Zulu muda memakai manik-manik untuk ditautkan di gaun tradisional mereka. Setiap manik-manik memiliki arti yang berbeda dan setiap pria yang menjadi kekasih gadis sulu akan memberikan manik-manik sebagai tanda cinta. Pemujaan leluhur adalah praktek keagamaan bagi bangsa Zulu dan leluhur sering kali dipanggil untuk saran penting dalam hal pengambilan keputusan.

Kuba
Suku Kuba hidup di Republik Demokratik Kongo (Zaire), berbicara dangan bahasa Bakuba. Suku ini terkenal karena tenunan indahnya. Mereka juga mengukir topeng kayu dan tokoh, cangkir antropomorfik dan sandaran kepala - banyak hasil seni dari suku Afrika ini dipamerkan di museum dan galeri di seluruh dunia.
Sungai - sungai di daerah suku kuba hidup telah memberikan cukup ikan untuk konsumsi mereka. Selain itu dengan pertanian yang menghasilkan jagung dan singkong. Mereka hanya makan daging di musim kemarau. Di dalam suku ini, anjing dihormati karena dianggap anugerah dari Allah.

Tuareg
Tidak semua suku asli Afrika tinggal di wilayah tengah dan selatan benua Afrika. Suku kuno Afrika juga terdapat di wilayah Afrika Utara. Salah satunya suku Tuareg, merupakan suku kuno Afrika yang nomaden. Mereka tinggal di daerah dari Sahara Barat ke Sudan utara Barat. Pada abad ke-14 M, mereka melakukan perjalanan jauh ke selatan perbatasan Nigeria. Sejarawan Yunani Herodotus pernah menyebutkan mereka dalam tulisannya dengan latar belakang kurun wakti pada abad ke-5 SM. Bahasa Tuareg adalah Tamachek yang diduga berasal di Libya.

Pada usia 25 tahun terdapat tradisi bagi laki-laki suku ini untuk memakai kerudung indigo. Masyarakat menjuluki mereka sebagai "Blue Men of the Sahara." Perempuan mengambil bagian penting dalam kehidupan keluarga suku ini. Mereka penentu keputusan dan garis kekerabatan didasarkan dari garis keturunan ibu.


Previous
Next Post »